Panyabungan — Komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan petani di Sumatera Utara kembali diperkuat. Sumatra Rainforest Institute (SRI) bersama Koperasi Kopi Mandailing Jaya (Komanja) bersiap menjalankan program pembenahan komprehensif untuk periode 2026–2027 melalui skema dukungan Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera.
Kemitraan strategis ini merupakan kelanjutan dari pendampingan jangka panjang yang telah terjalin sejak tahun 2017. Melalui kelanjutan program ini, kedua belah pihak memfokuskan upaya pada penguatan tata kelola kelembagaan koperasi serta peningkatan kapasitas petani kopi agar semakin adaptif terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan.
Fokus utama dalam program 2016–2019 saat itu adalah pengembangan model agroforestri kopi ramah hutan (shade-grown coffee). Pendekatan ini dinilai efektif tidak hanya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen kopi, tetapi juga berfungsi sebagai zona penyangga ekosistem penting di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Batanb Gadis
Selain peningkatan ekonomi petani melalui rantai pasok hijau, program ini juga memperkuat aspek perlindungan lingkungan berbasis masyarakat. Anggota koperasi dan masyarakat lokal akan dilibatkan dalam kegiatan pengamanan kawasan secara partisipatif serta mitigasi konflik satwa liar di sekitar lanskap hutan Sumatera.
Dengan berjalannya program TFCA Sumatera 2026–2027 ini, Koperasi Kopi Mandailing Jaya dan NGO SRI optimis dapat mewujudkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui komoditas kopi unggulan dan terjaganya kelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, berbenah infrastruktur dan management administrasi bisnis yang selama ini ada, kemudian menjadi lebih baik.



