SUMATERA RAINFOREST INSTITUTE – Tapanuli Selatan, 19 Agustus 2026 – Koperasi Huroka (Hutani Agro Berkah), sebuah inisiatif berbasis konservasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, kini menjadi titik awal yang kuat untuk berkembang sebagai penggerak ekonomi petani yang ramah lingkungan.
Berawal dari program pendampingan Sumatra Rainforest Institute (SRI) sejak 2019, koperasi yang resmi berdiri pada 2026 ini berhasil menghimpun 400 petani dari 16 desa.
”Nama ‘Agroforestri’ mencerminkan bahwa kopi yang dihasilkan berasal dari praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan, menyejahterakan petani, membantu penyerapan karbon, serta menjaga habitat satwa,” ujar Fenny Melinda, Project Ciordinator SRI
Kopi Berbasis Konservasi
Koperasi Huroka menerapkan sistem agroforestri, di mana kopi ditanam di ketinggian 900-1100 mdpl di kawasan penyangga ekosistem Batang Toru. Praktik ini tidak hanya menghasilkan biji kopi dengan cita rasa kuat khas Tapanuli Selatan, tetapi juga menjaga kelestarian habitat satwa yang hidup di dalamnya.
Kualitas kopi Huroka pun bukan sekadar klaim. Kopi Arabika Sipirok telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM RI sejak 2018. Kini, koperasi ini mampu memproduksi 1-4 ton gabah kopi per minggu.
Hilirisasi untuk Kesejahteraan
Setelah bertahun-tahun fokus pada peningkatan kualitas biji, Koperasi Huroka mulai melangkah ke hilirisasi dengan memproduksi kopi bubuk bermerek “Kopi Agroforestri”.
Langkah ini didukung oleh fasilitas memadai yang dimiliki koperasi, termasuk mesin pengolahan pulper dan huller, serta green house.
Upaya memperluas pasar juga terus dilakukan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti PT Varion Coffe, PT Sumatra Specialty Coffe (Ssc), dan Cafe Tabo Coffe Sipirok. (*)





